HOTEL

Pasokan Hotel Bali Terus Bertambah, Segmen Menengah hingga Premium Dominasi Pipeline 2026–2028

TrendNine.id — Pasar perhotelan Bali terus menunjukkan dinamika positif dengan bertambahnya pasokan hotel baru, baik yang telah beroperasi pada 2025 maupun yang masih berada dalam pipeline hingga 2028. Colliers Indonesia mencatat bahwa pertumbuhan ini mencerminkan optimisme pelaku industri terhadap pemulihan pariwisata Bali, khususnya pada segmen menengah dan kelas atas.

Sepanjang 2025, sejumlah hotel baru telah resmi dibuka di berbagai kawasan strategis Bali. Di segmen bintang tiga, Holiday Inn Express Hotel Sunset Bali yang berlokasi di Sunset Road, Kuta, mulai beroperasi dengan kapasitas sekitar 72 kamar, menyasar wisatawan bisnis dan leisure dengan kebutuhan akomodasi praktis.

Sementara itu, di segmen bintang empat, Voco Hotel Seminyak yang berlokasi di Kerobokan Raya, Seminyak, hadir dengan sekitar 162 kamar, memperkuat pasokan hotel gaya hidup di kawasan yang dikenal sebagai pusat wisata kuliner dan hiburan.

Adapun di segmen premium, Sanggraloka Resort di kawasan Payangan, Ubud, mulai beroperasi sebagai resor bintang lima dengan 69 kamar, menargetkan pasar wisatawan berpengalaman yang mencari pengalaman eksklusif dan berbasis alam.

Memasuki periode 2026–2028, pasokan hotel baru di Bali diproyeksikan meningkat signifikan, dengan dominasi proyek di kawasan Ubud, Canggu, Jimbaran, Nusa Dua, hingga Uluwatu. Berdasarkan data Colliers, pada 2026 sejumlah hotel dijadwalkan rampung, antara lain Hotel Canggu Kho (39 kamar) di segmen bintang tiga, Alaya Suites Ubud (70 kamar), Sudamala Ubud (46 kamar), serta JW Marriott Ubud Hotel & Spa dengan kapasitas sekitar 101 kamar.

Pada tahun yang sama, Vasa Hotel Canggu (200 kamar) dan KARV Hotel Bali Jimbaran (64 kamar) juga diperkirakan mulai beroperasi, memperluas pilihan akomodasi di kawasan pesisir dan destinasi wisata berkembang.

Pasokan berlanjut pada 2027, dengan masuknya sejumlah hotel berkelas internasional. Di antaranya Waldorf Astoria Bali Nusa Dua (139 kamar) yang akan menjadi hotel Waldorf Astoria pertama di Indonesia, Mandarin Oriental Uluwatu (110 kamar) sebagai Mandarin Oriental pertama di Bali, serta The Apurva Kempinski Ubud (160 kamar). Selain itu, Cross Celesta Nusa Penida (61 kamar) dan Vasa Hotel Ubud (175 kamar) turut memperkaya pasokan di destinasi non-mainstream.

Pipeline berlanjut hingga 2028 dengan rencana pembukaan The Wlyder Canggu by Cross Collection yang akan menambah sekitar 112 kamar di kawasan Canggu.

Colliers menilai bahwa dominasi proyek di segmen menengah hingga premium mencerminkan keyakinan investor terhadap permintaan jangka menengah dan panjang, seiring dengan kembalinya wisatawan internasional serta meningkatnya minat terhadap pengalaman menginap berbasis wellness, budaya, dan alam.

Namun demikian, dengan bertambahnya pasokan secara bertahap, Colliers mengingatkan pelaku industri untuk tetap cermat dalam strategi harga, diferensiasi produk, serta optimalisasi kanal distribusi guna menjaga tingkat hunian dan profitabilitas di tengah persaingan yang semakin kompetitif. (*)

Editor : Huda
Sumber: Colliers Indonesia

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *