BSI Maslahat Gandeng Bank Wakaf Mikro Gelar Pelatihan Untuk Pelaku UMKM
Manager Program LKMS Bank Wakaf Mikro, Islah Milono menjelaskan bahwa “Kegiatan pelatihan standar produksi dan kemasan produk ini merupakan putaran tahap kelima untuk tiga kota, yakni Kota Lombok, Makassar dan Martapura,” jelasnya. Sebelumnya pada pelaksanaan yang pertama dan kedua telah dilaksanakan di Jawa Timur, Jawa Tengah dan DIY. Pelaksanaan ketiga dilaksanakan di Jawa Barat, Banten dan Jakarta serta yang ke 4 dilaksanakan di Sumatera.
Kegiatan pelatihan ini diikuti oleh 47 orang peserta yang terpilih dari sekitar 800 anggota BWM Al-Hijrah Cindai Alus Martapura dan BWM Taawun Ponpes Al-Mujahidin Balikpapan.
Dalam kesempatan ini Branch Manager BSI Kantor Cabang Martapura Kalimantan Selatan, Buyung Yudi Gunawan memberikan materi terkait Edukasi dan Literasi Keuangan bagi pelaku UMKM, “Ibu-ibu anggota BWM jangan lupa untuk mencatat transaksi usahanya dengan baik dan benar. Jangan sampai kekayaan pribadi tercampur dengan modal usaha, hal ini bisa mengganggu jalannya usaha. Pencatatan aset usaha, biaya-biaya dan transaksi usaha lainnya itu penting biarpun nilainya masih kecil. Agar usaha kita maju dan berkembang,” papar Buyung.
Kegiatan ini menghadirkan narasumber yang berkompeten di bidangnya yakni Ir Nashrulloh Hasyim dari Rumah Kemasan Indonesia dan Ir. H. Kristiawan selaku owner Keripik Buah So-Kressh Malang Jawa Timur yang khusus memberikan materi tentang standar produksi higienis dan keamanan.
Pada hari kedua disampaikan pengantar materi dari Koordinator Wilayah Grup Astra International Wilayah Kalimantan Selatan Divisi program Desa Berseri Bapak Daeng Pemassery yang memaparkan program penguatan UMKM dari Astra International melalui Desa Berseri. “Kami sangat senang program BWM di Ponpes AL Hijrah Cindai Alus Martapura donasi dari Astra ini UMKM nya berjalan dengan baik. Semoga Kerjasama penguatan UMKM bisa dilanjtkan lebh baik” pungkasnya.
Narasumber M. Firsan dari Rumah Kemasan Bandung memberikan materi tentang pentingnya sebuah desain dan kemasan, serta memberikan 5 model kemasan yang murah dan terjangkau bagi ibu-ibu pelaku UMKM.
Adapun hasil yang diharapkan dalam kegiatan tersebut ibu ibu peserta pelatihan dapat memperbaiki cara produksi yang benar secara standar baik itu keamanan, kehalalan, kesehatan (higienis) dan memahami tentang sumber bahan. Tidak kalah pentingnya peserta dapat mempraktikkan kemasan produk dengan lebih baik dan menarik. (*)
Editor : Huda
